PKK Kecamatan Karawaci menurunkan para kader membuka dapur umum untuk memberi makanan dan minuman para korban banjir di Perumahan Pondok Arum baik yang tinggal di pengungsian maupun yang bertahan di rumahnya masing-masing, Selasa (10/2).
Dengan menyediakan 2 kompor gas untuk menanak nasi yang sekali tanak bisa memasak 10 liter beras, 2 kompor gas khusus menggoreng tempe-tahu, 2 kompor gas untuk merebus mie instan, dan 1 kompor untuk umum yaitu untuk memasak air serta goreng telur).
Penyediaan kompor gas relatif banyak di dapur umum yang dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Nambo Jaya ini, kata dr Nita Risyani Wibhawa, Ketua PKK Kecamatan Karawaci, agar kegiatan masing-masing memasak tidak terganggu. Bahkan kader pun telah dibagi kekhususan dalam mengolah makanan dan minumannya.
"Untuk pengiriman nasi bungkus, para staf kelurahan dan kecamatan dikerahkan untuk membantu," katanya. Diakuinya bantuan bahan masakan terus berdatangan bagi korban banjir dari Kecamatan Karawaci, Dinas Sosial Kota Tangerang, Perkumpulan Sosial dan Keagamaan Boen Tek Bio, dan masyarakat peduli banjir.
Semua bantuan ditampung di bagian logistik dan untuk pertanggung-jawabannya petugas mencatat semua bantuan yang masuk dan dimanfaatkan, kata Nita. Dikatakan sampai Selasa pihaknya sudah menyebarkan 2.000 bungkus nasi dan lauk-pauknya kepada para pengungsi maupun korban banjir yang masih berada di rumahnya.
"Setiap nasi bungkus berisi telor dadar, tempe-tahu, mie goreng tumis-capcay dan sarden," katanya sambil menunjukan kegiatan menyiapkan masakan untuk makan malam para korban banjir.
Sementara makanan untuk para petugas piket dan penjaga posko juga disediakan dapur umum ini. "Mereka juga perlu diperhatikan karena tugasnya, baik keperluan makannya maupun kesehatannya," pungkas Nita.
